Jadi Ibu Christian Bautista, Ira Wibowo "Happy"



Aktris Ira Wibowo merasa tertantang setiap kali ditawari bermain film berbeda dan unik, termasuk dalam filmSimfoni Luar Biasa, yang dibintangi penyanyi asal Filipina, Christian Bautista.
"Senang, punya anak ganteng banget, ha-ha-ha," komentar istri dari Katon Bagaskara tersebut, di penayangan film Simfoni Luar Biasa  di Blitz Megaplex, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Jumat (12/8/2011).
Dalam film yang mengangkat tema drama di sekolah anak-anak berkebutuhan spesial tersebut, Ira berperan sebagai ibunda dari Bautista. Ira sempat mendapatkan beberapa pengalaman baru saat membangun chemistry dengan Bautista, seorang anak yang diceritakan berpisah dengan ibunya semenjak bayi sampai dewasa.
"Film ini kan merupakan film pertamanya dia yang menjadikan dirinya sebagai pemain utama. Dia anaknya serius banget, mau belajar banyak. Saya dan dia cukup banyak berdiskusi dan dia orangnya nggak malu bertanya," terang Ira.
Karena keseringan berdiskusi di lokasi shooting, Ira dan Bautista bisa membangun chemistryhubungan layaknya ibu dan anak sesungguhnya dalam waktu lumayan cepat dari sekitar 21 hari proses reading dan shooting. Film Simfoni Luar Biasa sendiri direncanakan tayang perdana di Indonesia mulai 29 September 2011. 

Calvin Jeremy Berduet dengan Band Wali


Hati penyanyi muda Calvin Jeremy yang termasuk pendatang baru di dunia musik sungguh gembira mendapat kesempatan untuk tampil di acara Mahakarya RCTI pada Rabu (17/8/2011) malam ini.
Dalam acara bertajuk "Mahakarya" RCTI yang merupakan perayaan ulang tahun ke 22 stasiun televisi tersebut, cowok kelahiran Jakarta, 20 tahun lalu itu akan berduet dengan band Wali.
"Selasa (16/8/2011), aku latihan sama teman-teman dari band Wali. Lagunya berjudul Aku Bukan Bang Toyib," jelas Calvin.
Acara itu akan ditayangkan secara langsung oleh RCTI Kamis malam nanti mulai pukul 19.30 dari PRJ Kemayoran Jakarta. Selain Calvin dan Wali, tampil pula Afgan, Mulan Jameela dan lainnya.
Sekalipun sebenarnya Calvin biasa menyanyikan lagu pop jazz, namun ia mengaku tak kesulitan menyanyikan lagu milik Wali. "Tadinya sih mau latihan dua kali, tetapi akhirnya hanya sekali latihan. Nggak apa itu juga sudah cukup kok, sebab sebelumnya aku sering mendengarkan lagu Aku Bukan Bang Toyib di radio saat sedang dalam perjalanan naik mobil. Lagunya enak kok," urainya lagi.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Harapan Karawaci Tangerang itu, pada Juni 2010 sudah meluncurkan album pertamanya. Kini beberapa lagu dalam albumnya antara lain berjudulMaaf dan Wanita tak Biasa sering terdengar di radio. Bahkan lagu Maaf pernah ditayangkan di stasiun televisi Channel V.
Tentu saja Calvin yang keturunan Batak dan Jawa itu mengaku sangat senang. "Kan Channel V merupakan acara musik yang penayangannya di seluruh kawasan Asia Tenggara," katanya sembari tertawa.
Ia berharap masyarakat menyambut baik album pertamanya itu. Bagi yang penasaran pengen tahu penampilan Calvin, tonton saja acara itu, atau lihat di Youtube, disana ada video klip lagu Calvin berjudul Wanita Tak Biasa.
Video yang pengambilan gambarnya dilakukan di pantai Lovina Bali dan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur tersebut diproduksi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk keperluan promosi dua tempat wisata itu.  

Piyu: Lomba Tujuh Belas-an "Ngangenin"


Ternyata Piyu (38), gitaris dan pencipta lagu grup PADI, ketika kecil termasuk anak yang rajin mengikuti lomba dalam rangka perayaan hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia.
Pemilik nama asli Satriyo Yudi Wahono ini setiap tahun ambil bagian dalam lomba itu di kampung halamannya di Surabaya, Jawa Timur. "Saat masih kecil, masih SD, saya biasa ikut acara kampung, makan kerupuk, balap karung, panjat pinang. Sekarang sih sudah biasa-biasa saja," cerita Piyu.
Hal itu merupakan momen hidup yang tak bisa dilupakannya. "Apalagi kalau saya menang, senang banget. Meskipun hadiahnya standar banget, seperti buku tulis, waktu naik ke atas panggung, terima hadiah, rasanya sudah senang banget," kenangnya.
Sayang, menurutnya, acara-acara kebersamaan seperti itu makin lama makin jarang terlihat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. "Padahal, semangat kebersamaannya itu yangngangenin," ucapnya.

Eva Mendes Setia kepada Gandum


Eva Mendes (37) mengatakan, orang terkejut ketika melihat ia menyantap roti, karena kebanyakan bintang Hollywood menghindar dari karbohidrat, yang juga ada pada roti.
Aktris yang menakjubkan ini menegaskan, tidak seperti kebanyakan bintang Hollywood sebayanya, ia tak menghindar dari karbohidrat, meskipun ia memastikan bahwa karbohidrat yang dikonsumsinya merupakan karbohidrat yang sehat.
Dalam wawancara dengan majalah Zest, ia mengatakan, "Saya fokus pada apa yang masuk dan keluar-- jadi, semua tentang apa yang saya makan, bagaimana saya memberi makan bagi tubuh saya, dan berapa banyak air saya minum. Saya tidak makan daging, tapi saya makan banyak ikan dan nasi dari beras merah."       Lanjutnya, "Saya suka roti, juga. Orang-orang selalu terkejut ketika saya makan roti di restoran! Meskipun demikian, saya lebih sering menyantap yang dari gandum." Katanya lagi, "Jika ragu-ragu, saya menjauhkan diri dari pasta putih, nasi putih, dan roti putih dan itu membuat segalanya jadi mudah bagi saya."
Selain menyantap makanan dan minuman sehat, Mendes memertahankan tubuhnya yang menakjubkan dengan banyak berolah raga. "Saya ke gym tiga-empat kali seminggu untuk melakukan angkat beban ringan, dengan tidak terlalu banyak pengulangan, dengan target seluruh tubuh saya, dan sejumlah kardio yang serius, biasanya dengan berlari cepat dan diseling berlari agak lebih lambat," tuturnya.  
"Minimal saya lakukan kardio 35 menit, tapi anda bisa banyak menjalaninya dalam waktu tersebut, jika anda menggunakannya dengan bijak. Kemudian, saya menghabiskan kira-kira satu jam untuk latihan beban. Saya juga menjalani yoga dua kali seminggu. Kebanyakan, astanga, tapi instruktur yoga saya menciptakan sebuah program bagi saya berdasarkan apa yang saya butuhkan--jadi jika otot-otot saya mengencang karena berlari, kami akan meregangkannya," tuturnya lagi.


Steven Tyler (63) telah menjadi model baru untuk koleksifashion bagi kaum lelaki, dari sebuah rumahfashion ternama. Sementara itu, putrinya, Chelsea (22), mendapat job serupa, untuk koleksi fashion bagi kaum perempuan.
Vokalis band rock Aerosmith dan juri kontes menyanyi di layar kaca American Idol, merupakan  inspirasi di balik koleksi mutakhir rumah fashion Andrew Charles dan akan ditampilkan dalam sebuah iklan rumah fashionitu bersama Chelsea. Andy Hilfiger, adik dari perancang fashion Tommy Hilfiger dan direktur kreatif Andrew Charles, mengatakan kepada WWD, "Saya tumbuh bersama lagu-lagu Aerosmith dan Steven Tyler. Selama ini saya selalu menyukai musik dan gayanya." Katanya lagi, "Saya sungguh menyukai seluruh konsep perpaduan antara musik dengan fashion itu. Mengagumkan, meluncurkan konsep itu dengan ikon seperti Steven."
Koleksi tersebut akan tersedia secara eksklusif di (pusat perbelanjaaan) Macy's. Koleksi untuk para laki-laki akan menampilkan barang-barang seperti kemeja katun bermotif kotak-kotak dan celana denim berlapis spandex, plus koleksi syal bernama Rock Scarf. Sementara itu, koleksi untuk para perempuan, dengan model Chealsea, melanjutkan gaya para dewi rock 1970-an, yang terinspirasi oleh Marianne Faithfull, Stevie Nicks, dan Anita Pallenberg.
Pihak Macy's mengatakan, para pembelinya tidak hanya mereka yang berusia lebih tua, tapi juga yang berumur lebih muda, yang mengenal Tyler dari ajang American Idol.

Jika tak ada kerikil penghalang, vokalis Ussy Sulistiawaty berencana melepas masa jandanya bersama artis peran Andhika Pratama pada 2012 nanti. Sejumlah persiapan pun mulai dicicil Ussy perlahan-lahan.
"Persiapannya selewat-selewat, kayak ke malllihat kebaya kayaknya bagus ya," ujar Ussy usai buka puasa bersama di kediamannya di kawasan Lebak Lestari Indah Residence, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/8/2011).
Jika nanti dalam pernikahannya Ussy akan berkebaya, janda satu anak itu ingin merancangnyanya sendiri. "Ya, aku mau bikin kebaya sendiri. Sekarang siapin payetnya itu kan susah ya," kata Ussy.
Pada pernikahannya nati, Ussy juga berkeinginan untuk melangsungkan akad nikah di kediamannya. "Aku pengin akad nikahnya di rumah saja, lucu kayaknya ada tenda-tenda," harapnya.

Avip Priatna Gelar Simfoni untuk Bangsa 2011


Konduktor muda berbakat Indonesia Avip Priatna bakal menggelar konser Simfoni untuk Bangsa 2011 untuk merayakan HUT ke-66 Kemerdekaan RI. Seperti biasa, Avip bakal menampilkan ensembel vokal Batavia Madrigal Singers (BMS) dan diiringi Jakarta Concert Orchestra (JCO).
Konser ini akan digelar oleh The Resonanz Music Studio, di Aula Simfonia Jakarta pada Selasa 16/8/2011 pukul 19.30 WIB.
Konser ini akan digelar oleh The Resonanz Music Studio, di Aula Simfonia Jakarta, pada Selasa (16/8/2011) mulai pukul 19.30 WIB.
"Pertunjukan ini adalah perwujudan dalam mengenang kembali jasa para pahlawan dalam memperoleh kemerdekaan, serta bagaimana usaha kita dalam mengisi kemerdekaan tersebut dengan mengajak para pecinta musik Indonesia untuk menikmati karya komposer dunia seperti Gioachino Rossini, serta mengapresiasi karya komposer besar Indonesia, seperti Ismail Marzuki, Binsar Sitompul, Guruh Soekarno Putra, dan lain-lain," jelas Avip dalam siaran persnya.
Avip menjelaskan, dengan menyadari keluhuran budaya dan menghargai keberagaman, lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia akan ditampilkan dengan kemasan menarik, khas Indonesia, oleh Batavia Madrigal Singers.
Penampilan paduan suara yang pernah memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai festival dan kompetisi paduan suara internasional ini akan didukung oleh penampilan Aning Katamsi (soprano), Farman Purnama (tenor), dan Cecilia Ratna (piano).
Konser yang sarat dengan nasionalisme Indonesia ini juga dicerminkan dengan memberi kesempatan bagi musisi muda Indonesia untuk berkarya dan mengangkat tema ke-Indonesia-an. Kecintaan terhadap Tanah Air akan tersaji melalui penampilan karya Guruh Sukarno Putra seperti "Simfoni Raya" dan "Untukmu Indonesiaku". "Karya dengan semangat ke-Indonesia-an dan berakar pada budaya Indonesia ini terbukti sangat memukau, berpotensi ditampilkan di ajang musik internasional, dan kembali mengangkat harumnya nama bangsa di mata dunia," kata Avip.
Selain itu, mencintai Indonesia tidak bisa mengesampingkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. The Resonanz Children Choir, paduan suara anak-anak dari sekolah musik The Resonanz Music Studio, juga akan menunjukkan kecintaan mereka terhadap negeri ini dan melestarikan nilai-nilai ke-Indonesia-an. Karya Ibu Sud dengan tema budi pekerti dan cinta lingkungan akan dibawakan dalam konser ini.
Semangat dan kecintaan inilah yang menjadi tema pertunjukan yang dipersembahkan oleh Jakarta Concert Orchestra, pimpinan Avip Priatna, konduktor muda Indonesia, yang telah memperoleh beragam penghargaan internasional dalam bidang musik justru dengan berpegang teguh pada akar budaya Indonesia. Saat ini Avip bekerja sebagai konduktor dan direktur musik Batavia Madrigal Singers (BMS) dan Jakarta Concert Orchestra (JCO), yang ia dirikan bersama Toeti Heraty Roosseno pada 2002.
Avip sering diundang sebagai juri kompetisi paduan suara baik nasional maupun internasional. Baru-baru ini, BMS menyabet lima dari 11 penghargaan di Torrevieja 57 Certamen Internacional De Habaneras y Polifonia, di Spanyol. Lima penghargaan itu termasuk tropi Juan Aparicio untuk juara pertama untuk BMS dan gelar konduktor terbaik untuk Avip Priatna.
Kompetisi yang berlangsung pada 23-30 Juli 2011 itu diikuti oleh 17 paduan suara dari 14 negara, yaitu Kenya, Spanyol, Austria, Latvia, Venezuela, Equador, China, Serbia, Polandia, Italia, Kolombia, Bulgaria, dan Indonesia.
Seperti diketahui, Avip Priatna belajar choir conducting dari Prof Gunther Theuring dan orchestral conducting dari dirigen terkenal Leopold Hager. Ia kemudian menyelesaikan Magister Artium dengan beasiswa dari Universitas Katolik Parahyangan pada 1998.

Kekuatan Baru Band GARASI


 Lama menghilang, grup band GARASI bali hadir. Tak cuma sekadar merilis album baru,  GARASI juga digawangi vokalis baru, Higin Ayuga, yang menggantikan vokalis sebelumnya, Ayu Ratna, serta pembetot bas Wembri Arlistha yang menambah amunisi baru bagi GARASI.
Berangkat dari hobi yang sama, personel utamanya Fedi Nuril (gitar), Aries Budiman (drum), mengaku tak kesulitan menyatukan ide bareng dengan dua personel baru mereka.
“Ya, standar sih kayak temenan biasa aja, ada kesamaan hobi juga, bercandaannya juga sama, jadi cepat klik aja sih sebetulnya. Enggak begitu susah banget untuk singkron sama berempat ini. Kalau GARASInya sih enggak sampai berbulan-bulan gimana ya penyesuaiannya. Semenjak Mbak Mira (Produser GARASI) ketuk palu Higin jadi vokalis, ya tiap hari kita ketemuan,” ujar Aries saat ditemui seusai acara peluncuran album ketiga GARASI, Kembali, di sebuah kafe di kawasan Menteng, Jakarta, kemarin.
Meski tergolong masih baru, Fedi Nuril dan Aries memberi kepercayaan penuh kepada dua personel barunya untuk memimpin arah musikal GARASI yang lebih segar dan menjanjikan. Kondisi yang sangat jarang untuk ditemukan di band-band lain manapun tentunya, di mana lebih dari 90 persen materi album Kembali, diciptakan oleh penghuni baru GARASI.
“Saya menjanjikan level baru bagi GARASI. Agar tidak segmented, saya ingin membawa GARASI ke sebuah level di mana idealisme dan kehendak orang banyak dapat dijembatani, bukan hal mudah namun saya yakin pasti tercapai,” kata Higin.
Fedi juga menegaskan bahwa GARASI yang sekarang berbeda dengan sebelumnya. Kali ini benar-benar baru dan fresh, setiap ide-ide yang muncul baik dari masing-masing personel akan didiskusikan bersama dan diambil titik tengahnya. Hal tersebut tentu saja akan memberi efek besar terhadap warna musik yang diusung saat ini. "Ini merupakan hasil eksplor dari personelnya, yang merupakan penyampaian dari suara hati untuk bermusik tanpa paksaan," jelas Higin lagi.

Gantikan Sheen, Ashton Kutcher Dibayar Mahal


Bintang Ashton Kutcher tengah terang benderang. Suami dari aktris Demi Moore ini disebut-sebut menjadi pemain dengan bayaran tertinggi untuk peran barunya dalam sitkom televisi Two and a Half Men.   Situs news.com.au mengabarkan aktor yang usianya terpaut 15 tahun lebih muda dari istrinya itu telah dibayar 700 ribu dollar AS per episode atau 15,4 juta dollar untuk satu musim. Bayaran tersebut jauh lebih besar dari dua pemain senior di serial tersebut, Jon Cryer dan Angus T. Jones.
Kehadiran Kutcher di serial Two and a Half diharapkan memberi warna baru. Ia  menggantikan posisi Charlie Sheen yang dipecat pihak Warner Bros, perusahaan yang memproduksi film tersebut, terhentinya serial televisi tersebut sejak Januari lalu, lantaran Sheen masuk rehabilitasi karena ketergantungan obat-obatan dan alkohol.   Meski tergolong mendapatkan bayaran paling tinggi, namun pemeran Michael Kelso dalam serial televisi That '70s Show ini, masih belum bisa menyamai bayaran yang diberikan Sheen, yang nilainya mencapai 1,2 juta dollar AS per episode. 

I Wayan Tuges: Pak SBY Pesan Gitar Berukiran Kerbau


Sebagai pemahat ulung, nama I Wayan Tuges belum begitu dikenal di Tanah Air. Namun, dengan ukiran tradisional yang diguratkannya pada gitar, Tuges diam-diam justru lebih mendunia sampai ke Kanada, AS, dan Eropa.
"Saya aslinya pemahat batu, pemahat patung. Tapi, tahun 2005, saya mulai belajar pahat gitar," kisah Production Manager Blueberry Guitar, I Wayan Tuges, ketika berbincang denganKompas.com di workshop perusahaan tersebut, Jalan Baruna No 5, Guwang, Sukowati, Gianyar, Bali, Selasa (16/8/2011).
Rupanya, belajar seni ukir gitar bisa berbuah manis bagi ayah empat orang anak ini, setelah pengusaha asal Kanada, Danny Fonfeder, tertarik berinvestasi untuk mengembangkan kerajinan ukiran gitar sebagai lahan bisnis. Singkat cerita, dari situlah nama Tuges mulai dikenal musisi lokal seperti gitaris I Dewa Gede Budjana, I Wayan Balawan, Tohpati, dan Eros Djarot, yang melanggan karyanya.
Kabar tentang Tuges dan ukiran gitarnya akhirnya sampai ke Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Sekarang saya sedang mengerjakan gitar jumbo pesanan Pak SBY. Cerita awalnya, Pak SBY pesan gitar itu pas lagi ada konggres di Bali, 16 Juli 2011. Saya diundang Pak Menteri (Budaya dan Pariwisata) Jero Wacik untuk ke hotel tempat Pak SBY menginap," cerita Tuges. "Pak Jero itu pun atas rekomendasi Dirjen I Gede Pitane, yang mengetahui kerajinan ini," lanjut pria kelahiran Bali, 7 Oktober 1952, ini.
Pemahat yang mewarisi kepandaiannya dari Nyoman Selag (kakek) dan I Nyoman Ritug (ayah) ini segera pergi ke hotel itu. Namun, ketika Tuges tiba, Presiden sedang beristirahat. "Saya bawa beberapa gitar contoh ke hotel. Tapi, sampai di hotel, kata Pak Jero, biar Pak SBY istirahat saja," cerita Tuges lagi.
Meski pun demikian, dengan keahlian Tuges, agaknya Presiden tak ragu lagi untuk memesan gitar akustik berukiran kerbau kepada Tuges melalui Jero. "Pak SBY pesan gitar akustik jumbo berukiran kerbau. Kan shio Pak SBY itu kerbau. Jadi, disesuaikan saja," ujarnya. "Pak SBY enggak minta macam-macam, cuma minta ditambah (ukiran) merah putih dan SBY saja," tambahnya.
Gitar jumbo spesial itu dikerjakan dengan bahan baku yang spesial pula dan diukir dengan 30 jenis alat pahat. "Spesifikasi bahannya, untuk bagian bas dan treble itu terbuat dari kayu sonokeling atau kerennya disebut rosewood, lalu ditambah kayu Alascan spruce, yang diimpor langsung dari Alaska. Sementara. bagian handle terbuat dari kayu eboni dan bagian belakang dari kayu mahoni. Untuk ukiran SBY saya kasih dari batu hijau dan kerang mutiara," jelas Tuges, yang harga gitarnya di luar negeri berkisar dari 2.000 hingga 6.500 dollar AS per buah.
Kini, Tuges mengaku sedang diburu waktu untuk segera merampungkan gitar akustik pesanan Presiden, yang akan merayakan hari jadinya yang ke-62 pada 9 September 2011. "Anak buah Pak SBY berharap gitarnya bisa selesai sebelum 9 September 2011. Kan ulang tahun Pak SBY tanggal itu. Akhirnya, saya harus ngebut mengerjakannya," ungkapnya.
Selain pesanan orang nomor satu RI tersebut, pria yang memiliki 45 pegawai ini juga menggarap gitar elektrik pesanan Menkopolhukam, Joko Suyanto. "Saya juga sedang mengerjakan pesanan Pak Joko Suyanto, Menkopolhukam. Beliau aslinya main drum, tapi minta dibuatkan gitar listrik ber-neck panjang atau bariton dengan motif macan. Kan Pak Joko shio macan," tuntasnya

Jessica Alba: Ketimbang "Fitting", Mending ke Spa


Aktris Jessica Marie Alba (30) mengaku tak suka melakukanfitting (pengepasan) busana dan memilih menggunakan waktu itu untuk kegiatan lain yang lebih menyenangkan, seperti ke spa.
Aktris film Spy Kids 4 ini—yang baru saja melahirkan anak keduanya pada 13 Agustus 2011—mengatakan bahwa mengepas pakaian untuk tampil di karpet merah merupakan cara yang paling tidak disukainya untuk menghabiskan waktu. "Mencoba busana, itu hal yang saya tidak suka. Saya berpikir, itu hal yang lebih baik tidak saya lakukan. Saya lebih baik menjalani perawatan spa, mendapatkan kuku cantik, dan makan siang dengan teman-teman perempuan saya," ujar istri Cash Warren ini.
Demi meminimalkan waktu untuk mengepas pakaian, Alba—yang juga memiliki seorang putri berumur tiga tahun bernama Honor Marie Warren—telah belajar untuk mengetahui apa yang cocok untuknya. "Saya tahu apa yang akan cocok, bahkan sebelum saya mencoba sesuatu," jelasnya.
Penata penampilannya, Brad Goreski, menambahkan, "Ia tak berubah pikiran. Sekali Anda menyiapkan sesuatu dengannya, ia tahu itu dan itu tidak akan berubah."
Alba juga mengaku, ketika hamil ia merasa sulit menemukan busana yang mendukung penampilannya. Tetapi, akunya lagi, ia belajar untuk menunjukkan perutnya yang membesar. "Mereka biasanya tidak membuat pakaian untuk para perempuan buncit. Saya harus menunjukkan perut hamil saya sekarang, tak menyembunyikannya," katanya kepada majalah People sebelum ia melahirkan anak keduanya.
Meskipun demikian, Goreski menegaskan bahwa mudah menemukan pakaian yang mendukung penampilan kliennya ketika hamil. "Kami mencoba banyak bentuk dan warna yang berbeda, dan kami berusaha menjaga agar penampilan Jessica tetap keren betul dan sangat muda. Hampir setiap warna tampak bagus dengannya," terangnya.

Batal Ikut Miss World karena Kegemukan


Mimpi Cynthia De La Vega untuk mewakili negaranya di ajang kontes kecantikan Miss World pupus sudah. Perempuan yang September tahun lalu  dinobatkan sebagai juara Runner Up I Nuestra Belleza Mexico dianggap tak kayak karena tak mampu menurunkan berat badan ideal yang telah ditetapkan pihak penyelenggara kompetisi di negaranya.
Saya merasa cukup sehat untuk mewakili negara saya, dan saya pikir ini sebuah ketidakadilan
--
Alhasil, posisi De La Vega harus digantikan Gabriela Palacio, yang menempati juara Runner Up II, pada ajang Miss World yang akan dilangsungkan di London, November 2011 nanti.   
Dalam wawancaranya dengan Good Morning America, De LA Vea menyesalkan keputusan tersebut. Terlebih hanya karena bobot badannya lebih berat 2,7 kg dari yang ditentukan pihak penyelenggara.       
"Saya merasa cukup sehat untuk mewakili negara saya, dan saya pikir ini sebuah ketidakadilan," ujar De La Vega. "Mereka mengambali gelar yang telah saya dapatkan," katanya.
Sedih, sudah pasti. "Ya, sebab (Miss World) akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Dengan adanya keputusan ini, saya sedih dan merasa dibohongi. Saya tak brhenti menangis, menangis dan menangis," ujarnya.
Diungkap gadis 19 tahun ini, pihak penyelenggara memang memintanya untuk menjalani diet ketat. Namun, mereka tidak memberikan arahan yang jelas mengenai asupan nutrisi dan bantuan lain untuk menjamin kondisi fisik saya yang diharapkan," tukasnya.
Menanggapi hal tersebut,  Lupita Jones, Direktur Nuestra Belleza Mundo Mexico, menampik tudingan isu berat badan tersebut. Menurutnya, persoalan utama adalah soal kedisiplinan dan dedikasi dari De La Vega.  "Dia tidak memenuhi sesuai yang direkomendasikan dan tujuan yang telah disepakati bersama dalam melakukan persiapannya," jelasnya.

Shaggy Dog Buka Puasa bersama Doggies


 Di bulan Ramadhan ini, grup band Shaggy Dog yang berasal dari Yogyakarta mempunyai beberapa kegiatan berbuka puasa bersama dengan anak jalanan dan yatim piatu. Kegiatan itu digawangi oleh fans mereka yang bernama Doggies.
Ya, ceritanya ngabuburit bersama anak jalanan di Malioboro Yogyakarta. Rencananya, tanggal 18 Agustus. Kami belum tahu apakah banyak atau tidak animonya
Shaggy Dog beranggotakan Heru (vokalis), Richard (gitar), Raymond (gitar), Lilik (keyboard), Bandizt (bas), dan Yoyo (drum). ”Ya, ceritanya ngabuburit bersama anak jalanan di Malioboro (Yogyakarta). Rencananya, tanggal 18 Agustus. Kami belum tahu apakah banyak atau tidak animonya,” kata Bandizt.
Tak lupa, lanjut Bandizt, Shaggy Dog akan selalu menyelipkan kampanye pelestarian orangutan. Sejak tahun lalu Shaggy Dog memang menjadi Duta Penyelamatan Orangutan melalui Centre for Orangutan Protection.
”Iya, tentu saja, kami juga mengajak Doggies untuk kampanye orangutan. Kami memberikan pengertian bagaimana kita harus menjaga orangutan supaya tidak punah,” tambah Richard.
Doggies selalu setia menemani Shaggy Dog ke mana pun mereka pergi. Richard menceritakan, banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh Doggies. Bahkan, mereka pun kreatif membuat kaus atau cendera mata. ”Ada beberapa Doggies yang datang dengan desain kausnya, kemudian meminta pendapat kami. Selama ini sih kami oke saja, asalkan semua kegiatannya bersifat positif,” ujarnya. (SIE)

Maribeth Jajal Layar Lebar


Masih ingatkah Anda dengan pelantun 'Denpasar Moon'? Ya, lama tak terdengar kabarnya, Maribeth Pascua kembali muncul. Kali ini, ia tak sedang bernyanyi, tapi beradu akting di layar lebar.
Bersama rekan senegaranya, pelantun 'I'am Already King' Christian Bautista, Maribeth  mencoba menjajal layar lebar. Bersama-sama dengan Ira Wibowo, Ira Maya Sopha, Verdi Solaiman da Gista Putri, mereka bermain di sebuah film genre drama musikal berjudul Simfoni Luar Biasa.
Film yang mengkisahkan tentang pengalaman hidup seorang musisi asal Filipina yang terdampar di negara asal ibunya, Indonesia, yang tak disangka-sangka kemudian menjajal aktivitas baru mengajar di sebuah sekolah luar biasa khusus anak-anak berkebutuhan spesial. "Ini baru pertamaditawarin main film. Waktu ditawarin peran ini aku ketawa sendiri," kata Maribeth yang berperan sebagai Tita, Tante Jayden (diperankan Bautista), saat ditemui wartawan di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (12/8/2011).
Meski merasa cukup kaget, Maribeth langsung menyetujuinya ketika tawaran tersebut datang kepadanya. "Untungnya aku pernah main sinetron sebelumnya," timpal Maribeth.
Perempuan kelahiran Filipina, 14 Januari 1972, tersebut menjelaskan pula bahwa dirinya pernah mempelajari drama. "Dulu, sebelum aku menyanyi, aku juga pernah belajar drama di sekolah. Sepertinya nggak susah," sambung Maribeth, yang kini menetap juga di Indonesia.
Ditambahkan, film tersebut sengaja diterimanya selain untuk mengasah kemampuan aktingnya, juga dikarenakan memiliki tema yang cukup unik dan baru. Dirinya juga berharap agar film tersebut dapat diterima bagi khalayak Indonesia. 

Kirsten Dunst Ubah Penampilan


 Bintang film Hollywood, Kirsten Dunst (29), ingin mengubah gaya berpakaian sesuai dengan umurnya yang hampir mendekati kepala tiga. Selama ini Dunst merasa model baju yang sering dipakainya masih terlalu ”muda”. Dunst merencanakan merombak total isi lemari pakaiannya.
Aku sudah berumur 29 tahun. Aku terus berpikir, Hentikan memakai gaun yang imut-imut. Jujur saja, isi lemari pakaianku baju-bajunya terlalu girlie untuk umurku
”Aku sudah berumur 29 tahun. Aku terus berpikir, ’Hentikan memakai gaun yang imut-imut’. Jujur saja, isi lemari pakaianku baju-bajunya terlalu girlie untuk umurku,” kata Dunst.
Si Mary Jane Watson dalam film Spider-Man itu lebih suka busana feminin, kasual, dan tidak berlebihan.
Dunst memang ingin mengubah gaya berpakaiannya, tetapi tidak dengan bentuk giginya. Kepada majalah Elle, Dunst mengatakan sangat menyukai bentuk gigi taringnya yang dianggapnya memberikan karakter lebih pada dirinya.
”Aku cinta gigi taringku. Mereka memberikan karakter yang seksi kepadaku karena penampilan gigiku,” ujar Dunst, yang juga berperan dalam Interview with the Vampire.
”Orang-orang selalu mengomentarinya, tetapi satu-satunya yang menyuruhku untuk memperbaiki (gigi) adalah ibuku. Dia selalu menyuruh aku menggunakan lipstik dan perona pipi,” ungkap Dunst yang sedang menjalani hipnoterapi untuk menghilangkan kebiasaan merokoknya.

Bisnis Aksesori Sandra Dewi


Artis peran dan presenter Sandra Dewi mengaku tengah menekuni bisnis aksesoris. Kegiatan barunya ini, terang Sandra, berawal dari hobinya yang gandrung mengenakan aksesori silver setiap hendak beraktivitas.
Nah, setiap kali ia mengenakan aksesoris tersebut, selalu saja ada temannya yang kepincut untuk membeli aksesori yang sedang dikenakan Sandra. Membaca adanya peluang bisnis, Sandra pun menjadikannya sebagai lahan bisnis yang menjanjikan. 
"Setiap hari aku keluar rumah pakai aksesori, teman bilang 'Kenapa lu pakai aksesori buat sendiri?' Akhirnya daripada mereka beli yang aku pakai jadi mending aku buat (produksi sendiri) untuk dijual," kata Sandra, yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-28 dan meresmikan website aksesori miliknya pada Senin (8/8/2011).

Dunia maya dijadikan sarana Sandra menekuni bisnis barunya itu.  "Konsepnya sudah lama, ini aku seperti ngejalanin hobi tapi aku pengin serius. Aksesori itu paling gampang dijual untuk buat kado, hadiah atau apalah," jelas Dewi. "Akhirnya aku bikin aksesori di online dari silver 92,5 ini kadar silver yang paling bagus," lanjutnya.

Soal harga, Sandra berani bersaing. Untuk gelang silver yang dijualnya lengkap dengan bandul, Sandra menjamin harganya cukup terjangkau. "Ini cukup irit karena beli satu, bandulnya banyak banget. Harganya terjangkau sekali, aku jual bagus dengan harga terjangkau. Satu bandul bisa 200-300 ribu tergantung dari bahan silvernya," jelasnya.

Transaksi pun dijamin Sandra cukup mudah. "Pesan sekarang bisa ke www.sandradewiworld.com, pembayaran tinggal pakai kartu kredit saja. Mudah kan?" papar Sandra.

Kabar gembira datang bagi para penggemar Paramore, band rock alternatif asal AS yang terkenal dengan lagu "You're the Only Exception". ShowMaxx Entertainment, promotor konser Paramore di Jakarta dan Bali, telah mengeluarkan pengumuman resmi bahwa tiket konser Paramore di Jakarta bisa dibeli dengan harga terendah Rp 250 ribu per lembar.
Seperti diberitakan sebelumnya, band bervokalis Hayley Williams ini dijadwalkan akan menggelar konser di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, 17 Agustus 2011, dan di Pantai Karnaval Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, 19 Agustus 2011. Untuk bisa menyaksikannya, dibutuhkan kocek setidaknya Rp 500 ribu untuk Kelas Festival B dan Rp 700 ribu untuk Kelas Festival A. Pihak promotor telah mengatakan berencana menyebar kira-kira 20 ribu tiket untuk konser mereka di Jakarta.
Dalam rilis pers terbaru mereka yang dikirimkan kepada Kompas.com, Rabu (10/8/2011), pihak promotor sudah menyetujui penjualan tiket kelas baru bernama Festival C khusus bagi para penonton konser Paramore di Jakarta. Disediakan kurang-lebih dua ribu tiket Kelas Festival C dengan harga Rp 250 ribu per lembar. "Tambahan Kelas Festival tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi penggemar Paramore guna menonton band kesayangan mereka, melalui penyediaan tiket dengan harga yang lebih terjangkau. Kami akan mengeluarkan sekitar 2.000 tiket dengan harga Rp 250.000," terang Sherwin Djajadi, Direktur ShowMaxx Entertainment.
Dijelaskan, tempat kelas festival baru itu tidak akan mengganggu tempat dua kelas festival yang sudah ada sebelumnya. "Rencananya, letak Kelas Festival C ini akan berada di belakang Kelas Festival B. Penambahan kelas baru ini juga akan membuat jarak antara Kelas Festival A dan B dengan panggung menjadi semakin dekat. Contohnya, setelah penambahan ini, Kelas Festival A hanya akan berjarak 3,5 m dari panggung dan Kelas Festival B berjarak 15 m dari stage," terang Sherwin lagi.
Pembelian tiket Kelas Festival C dimulai pada Rabu (10/8/2011) mulai pukul 18.00 WIB. Para calon penonton harus menelepon 021-66674915 atau 021-66607727 atau mengirim pesan singkat melalui SMS (stand by 24 jam) ke 0858-85127085 untuk reservasi. Sesudah mendapat konfirmasi melalui telepon atau pesan singkat, mereka harus membayar melalui bank yang ditunjuk. Langkah terakhir, kirim bukti pembayaran ke ticketing@showmaxxentertainment.com.
Selain mengikuti prosedur yang disebutkan, para calon penonton bisa langsung datang ke ShowMaxx, Ruko Puri Delta Mas Blok I-53A, Bandengan Selatan, Jakarta 14440.

Vierra Bukan Band Pencari Sensasi


 Kevin Aprillio, pencipta lagu dan pemain keyboard band Vierra, menekankan bahwa grupnya bukan band pencari sensasi atau pembuat drama, berkait dengan penculikan singkat yang bulan lalu menimpa salah satu personel mereka, Widy Soediro Nichlany (vokal).
Terhadap penanganan kasus penculikan singkat yang terjadi atas Widy di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, 6 Juli 2011 menjelang subuh itu, kata Kevin, para personel Vierra yang lain tidak ikut campur secara dalam. Lanjut Kevin, ia dan rekan-rekan lainnya dari Vierra cuma bisa memotivasi dan membantu Widy dengan cara sembunyi-sembunyi dari Widy, karena Widy mandiri dan profesional.
"Kami kasih motivasi secara moral saja dan enggak mau terlalu ikut campur. Kami lebih suka diam-diam membantunya. Dia sebenarnya mandiri dan bisa menyelesaikannya sendiri. Jadi, dia enggak mau merepotkan yang lain dan dia juga cukup dewasa untuk handle masalahnya sendiri," tutur Kevin ketika ditemui di Jakarta, Rabu (10/8/2011).
Diakui oleh Kevin, banyak yang bisa dipetik dari kejadian tersebut. Baginya, yang paling penting adalah kehati-hatian orang di mana pun.
Tapi, menurut putra dari pemusik Addie MS dan penyanyi Memes ini, kejadian itu tidak menjadikan kegiatan Vierra berantakan. "Yang terjadi dengan Widy enggak memengaruhi jadwal Vierra secara general. Dan, itu juga bukan sesuatu yang dibuat-buat atau disengaja. Malah kita seharusnya simpati sama dia dan dukung dia, karena itu adalah musibah. Kami profesional juga. Jadi, yang dulu ya dulu. Jadi, Viera bisa jalan mulus-mulus saja" ujarnya.

21 Cineplex Bantah Keterlibatan Keluarga RI 1


 Desas-desus terkait keterlibatan Ibas Yudhoyono, salah satu putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam penyelesaian kemelut impor film melalui PT Omega Film dibantah keras TR Anito, Direktur 21 Cineplex.
Jadi tidak benar juga bahwa mereka pengimpor film itu menggelapkan atau pengemplang pajak. Yang ada adalah keberatan terhadap PPN atas dua hal tersebut.
"Berita itu seratus persen tidak benar," kata Anito di hadapan wartawan di Djakarta Theatre XXI, Rabu (10/8/2011).     
Seperti diberitakan sebelumnya, perusahaan film PT Omega Film adalah mitra utama studio Hollywood yang tergabung dalam Motion Picture Association (MPA). Sejumlah pihak menyebut adanya nama Ibas di belakang perusahaan tersebut sehingga bisa dengan mudah mendapat restu dari lembaga terkait—Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata—untuk kembali mengimpor film produksi MPA, setelah mengantongi nomor identitas kepabeanan (NIK) pada 3 Mei 2011. Alhasil dua film Hollywood yang begitu dinanti pun akhirnya bisa ditonton publik Tanah Air. Dua film tersebut adalah Harry Potter dan Transformers 3, yang tayang mulai 29 Juli 2011 serentak di jaringan bioskop 21 dan XXI.  
Sayangnya, dalam kesempatan tersebut, pihak PT Omega Film sendiri tak hadir. Sementara itu, disinggung soal keterkaitan hubungan antara PT Omega Film dan 21 Cineplex, Anito tak menampiknya. Hanya, 21 Cineplex tidak berafiliasi, seperti yang dituduhkan banyak pihak.
"Kami memang punya hubungan yang erat. PT Omega menyuplai film ke 21 Cineplex. Namun, secara kepengurusan dan saham berbeda. Secara legal formal tidak ada, tetapi operasional melakukan usaha bersama-sama itu iya," bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Anito juga menjelaskan mengenai alasan studio film Amerika yang merasa keberatan atas pengenaan PPN terhadap hak edar dan royalti film. "Mereka keberatan karena selama ini telah dikenakan pajak hiburan, yang tarifnya bervariasi antara 10 dan 35 persen atas penjualan tiket bioskop di Indonesia dan adanya ketentuan dalam UU PPN yang mengecualikan jasa hiburan dan kesenian dari pengenaan PPN," urainya.  
Pengenaan lagi PPN atas hak edar dan royalti film, menurut Anito, justru akan menciptakan praktik pajak berganda yang akhinya membebani pihak konsumen, dalam hal ini penonton bioskop. "Jadi tidak benar juga bahwa mereka (pengimpor film) itu menggelapkan atau pengemplang pajak. Yang ada adalah keberatan terhadap PPN atas dua hal tersebut," beber Anito.
Tak dimungkiri, reaksi yang muncul adalah tersendatnya suplai film-film Hollywood di Tanah Air. Anito mengatakan, sejak MPA menghentikan peredaran filmnya ke Indonesia karena sengketa pajak, pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar. "Penurunan omzet 21 Cineplex dengan adanya masalah ini mencapai lima puluh persen lebih," katanya.